Koleksi Busana Muslim Di JFW 2013

Di hari ke-6 Jakarta Fashion Week (JFW) 2013 beberapa desainer ternama memamerkan hasil karyanya berupa busana muslim dengan sentuhan feminin, modern, dan glamor. Masing-masing desainer memiliki konsep yang berbeda-beda. Intip koleksinya di sini.


Itang Yunasz

Karya Itang Yunasz dengan ragam busana muslim wanita dengan perpaduan warna hitam dan putih. Motifnya pun hadir dengan corak bunga-bunga cantik yang dapat membuat pemakainya terlihat feminin.


Monica Jufry

Bertema ‘Busy Pretty’, Monica Jufry mengusung konsep mix & match dan multi style. Look yang ditampilkan gabungan gambaran dinamisme, keanggunan, dan feminisme. Busananya bersifat kasual, didominasi dengan palet broken white, cokelat, hijau, kuning gading, serta abu-abu mengkilap.


Irna Mutiara

Burung kenari menjadi inspirasi rancangan Irna Mutiara kali ini. Busananya tersebut hadir dengan sentuhan palet kuning cerah, hitam, broken white, dan abu-abu. Detail bordir Tasikmalaya dan Sumatra Barat yang dipadukan dalam satu kesatuan tema, menambah kekayaan pada busananya.

Ronald V.Gaghana

Koleksi busana muslim dengan label ELEMENTS by Ronald V. Gaghana ini sangat modern dan mengutamakan kenyamanan. Dengan siluet yang sangat sederhana, busana yang lebih menonjolkan kekuatan daripada teknik embroidery ini mencoba untuk mencampur inspirasi gaya teknik embroidery Maroco dan Cina dengan paduan Art Noiveau floral yang sangat dekoratif. Warna yang dikedepankan seperti sky blue, raspberry red, dan lain sebagainya. Sementara materinya berupa silk, chiffon, dan satin.

Jeny Tjahyawati

Koleksinya terinpirasi dari karya seni jalanan seperti gaya hip hop, grafitti, namun terdapat unsur glamor dan klasik yang hadir dalam bentuk sporty, tidak terlalu formal, namun ekspresif. Material yang digunakan berupa silk chiffon, silk satin, serta rayon spandex. 

Ida Royani

Busana karya Ida Royani didominasi palet hitam dengan sentuhan gold. Bertemakan ‘Paint it Black’, busana tersebut terbuat dari nit atau kaus warna hitam dan dipadu dengan bis gold, payet gold, dan aksesori serba gold.

Adhy & Alie

Tema yang diusung Adhy dan Alie yaitu ‘LIPA’ SA’BE TO MANDAR’. Desain yang digunakan adalah teknik pleats simetris dan simetris. Ruffle, layering dan draperi. Untuk menambah kemewahan gaun digunakan american diamond dan permata dengan nuansa siver.

Merry Pramono

‘Woman in Black’, itulah konsep yang diambil oleh Merry Pramono pada busananya. Busana ready to wear deluxe terinspirasi dari busana sari wanita India, yang terdiri dari abaya terusan, serta selendang panjang menyatu dengan gaun yang menjadi ciri khas koleksinya. Warna hitam ditambah element-element dan mote-mote gold sehingga terlihat glamor, elegan, dan fashionable.

Tuty Adib

Konsepnya mengeksplorasi warna tanah dan kayu-kayuan yang memberi kesan kedamaian, kesejukan dan ketenangan. Gaya busana yang cenderung simple, stylish, dengan sentuhan lipit, ikat, lilit, serta draperi.

Puan by Devrico Audy

‘Tribal Culture’ merupakan tema yang dipilih. Hal ini dikarenakan cara berbusana wanita muslimah Siberia yang menggunakan busana dengan teknik tumpuk dan aksesori logam etnik yang sangat kental dengan kebudayaan islami. Konsep warnanya adalah tanah, bronze, maroon, ungu, dan hijau. Gaya busananya cenderung lebih tribal, tetap stylish dan tetap muslim.

Nuniek Mawardi

Karya Nuniek Mawardi mengandung unsur down to earth. Koleksinya tersebut hadir dengan warna pasir, toska, kuning, merah, cokelat, hitam, dan warna pastel seperti dusty pink. Materi yang digunakan berupa tenun NTT, batik, katun, silk, chiffon, serta poliester.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: